Selasa, 01 Juni 2010

Rangkuman BAB 5, 6 n 7 Komunikasi Bisnis

BAB 5
A . SUMBER
Sumber merupakan dasar yang digunakan dalampenyampaian pesan dan digunakan dalam rangka memperkuat pesan itu sendiri. Dan sumber tersebut dapat berupa lembaga,buku, dokuman dan lain-lain.

B. KOMUNIKATOR
Dalam berkomunikasi setiap orang dapat menyampaikan pesan sebaga suatu proses dimana komunikator dapat menjadi komunikan dan begitu sebaliknya :
1.penampilan
2.penguasaan masalah
3.perguasaan bahasa

kefefektifan komunikasi tidak saja ditentukan oleh kemampuan berkomunikasi tetapi juga oleh si komunikator itu sendiri. Fungsin komunikator adalah pengutaraan pikiran dan perasaannyayaitu dalam bentuk pesan untuk membuat komunikan menjadi tahu.
Pendapat atau perilaku komunikan dapat dijadikan sasaran yang akan mengkaji siapa komunikator yang menyampaikan informasi itu.
1.Etos kominikator
Etos adalah nilai diri seseoramg yang merupakan panduan dari konisi, afeksi, dan konasi. Kognisi adalah proses memahami pikiran yang bersangkutan. Afeksi adalah perasaan yang timbul dari luar dan konasi adalah aspek psikologis yang berkaitan dengan upaya atau perjuangaan.
Etos tidak timbul pada seseorang dengan begitu saja akan tetapi ada faktor-faktor lain sebagai berikut :
a . kesiapan
seorang komunikator harus dapat menunjukan kepada orang lain bahwa telah siap secara matang dan kesiapan ini akan terlihat pada gaya komunikasi yang meyakinkan.
b. kesungguhan
seorang komunikator yang berbicara dan membahas suatu topik yang dibicarakan harus mempunyai kesungguhan kepada pihak komunikan.
c. ketulusan
seorang komunikator harus dapat menunjukan ketulusan dan membarikan kesan bahwa ada niat yang tulus dalam hati dan perbuatannnya.
d. kepercayaan
seorang komunikator harus mampu menguasai diri dalam menghadapi segala situasi kondidi yang ada dengan memberikan suatu kepercayaan.
e. ketenangan
orang lain akan menaruh kepercayaan darai sikap komunikator yang tenang dalam penampilan dan kata-kata.
f. keramahan
seorang komunikan akan menaruh simpatiknya apabila komunikator mempunyai sikap yang selalu ramah.
g. kesederhanaan
suatu kesederhanaan tidak hanya dilihat dari segi fisik tetapi juga dari cara seorang komunikator dapat memyampaikan pikiran dan perkataannya dngan gaya yang sederhana.
2.Sikap komunikator
Dalam kegitatan berkomunikasi yang melibatkan orang lain , pada diri komunikator terdapat 5 sikap:
1.reseptive (reseptif)
2.selective (selektif)
3.dijestif (digestive)
4.assimilative (asimilatif)
5.transmissive (transmisif)

C.PESAN
Pesan adalah penyampaian berita secara keseluruhan yang disampaikan oleh komunikator dan mempunyai maksud isi dari tujuan akhir disampaikannya pesan.
1.Penyampaian pesan
* lisan
* face to face
* ataupun dengan media dan saluran lainnya
2.Bentuk-bentuk pesan
* informatif (bersifat memberikan keterangan)
* persuasif (berisikan bujukan)
* koersif (bersifat memaksa)
3.Ada beberapa persyaratan pesan yang harus dipenuhi antara lain :
* umum
* jelas dan gamblang
* bahasa yang jelas
* positif
* seimbang
* penyesuaian dengan keinginan komunikasi

D.CHANNEL / SALURAN
Channel adalah saluran penyampaian pesan, atau dapat pula disebut sebagai media. Mdia komunikasi dikategorikan 2 bagian :
a. media umum
b. media massa

E. KOMUNIKASI
Komunkasi dibagi menjadi 3 jenis yaitu:
a. personal
~komunikasi yang ditujukan kepada sasarn tunggal
b. kelompok
~komunikasi yang ditujukan kepada kelompok tertentu
c. massa
~komunikasi yang ditunjukan kepada massa atau ditujukan kepada media massa.

F. EFEK
Efek merupakan hasil akhir dari sebuah komunikasi, yaitu sikap dan tingkah laku seseorang, sesuai atau tidak dengan keinginan kita. Ada beberapa hasil dari efek berkomuikasi :
1.personal opinion (pendapat pribadi)
2.public opinion (pendapat umum)
3.majority opinion (pendapat terbesar dari masyarakat)

G. FAKTOR-FAKTOR YANG DIPERLUKAN DALAM PROSES KOMUNIKASI
1. Empat tahap komunikasi
* pengumpulan fakta
* perncanaan
* komunikasi
* evaluasi
2. Prosedur mencapai effect yang dikehendaki
attention ( perhatian )
interest ( kepentingan )
desire ( keinginan )
decision ( keputusan )
action ( tindakan )


BAB 6
A.PERTEMUAN
Di dalam dunia bisnis atau usaha diperlukan adanya suatu langkah dalam penyusunan perencanaan, pengorganisasian, kegiatan, pelaksanaan kegiatan ataupun pengawasan. Supaya semua itu dapat terwujud maka diperlukan sebuah forum untuk sebuah pertemuan yang nantinya dapat mempertemukan gagasan, ide, pendapat, dan saran yang dapat dijadikan bahan dasar dalam penyusunan langkah-langkah di atas.

B.RAPAT
Rapat juga memiliki kewenangan dalam pertemuan untuk membuat keputusan, maka perlu diperhatikan hal-hal sebagai berikut :
undangan rapat
pengaturan ruang rapat
perlengkapan rapat

C. KOMUNIKASI DALAM PERTEMUAN DAN RAPAT
Dalam setiap rapat dan pertemuan, pesrta harus dapat menyadari posisinya dalam forum tersebut, seperti dibawah ini :
1.mampu berkomunikasi secara jujur, terbuka dan bertanggung jawab
2.mampu berperan sebagai komunikator yang aktif akan tetapi tidak memonopoli pembicaraan
3.mampu berperan sebagasi komunikan yang sangat responsif tetapi tidak emosional
4.mampu berperan sebagai penyelaras yang bijaksana dan adil tetapi tidak kehilangan pendirian.
5.Mampu mengendalikan diri dan menghindarkan terjadinya debat serta tidak bertele-tele.

D. TEKNIK BERBICARA, MEMBACA, DAN MENDENGARKAN
Berbicara merupakan bagian dari komunikasi yang paling efektif. Karena sebagai alat untuk mengungkapkan pikiran dan perasaan. Sedangkan teknik membaca merupakan menyampaikan pikiran dan perasaan orang yang tulisannya sedang dibaca. Demikian dengan mendengarkan, terlihat memang lebih mudah akan tetapi sesungguhnya mendengarkan harus disertai sikap ingin tahu, sabar, dan mampu mencerna isi suara yang dudengatkan. Untuk dapat menjadi pengdengar yang baik diperlukan konsentrasi dan kepekaan indera pendengaran kita, sehingga hasil dari perbuatan mendengarkan adalah tambahnya pengatahuan , informasi dan menyeleksi keputusan yang bebobot.

E. MENYUSUN PESAN
Ada beberapa peranan komunikasi dalam menciptakan dan memelihara otoritas dalam komunikasi :
1.saluran komunikkasi harus diketahui secara pasti
2.adanya saluran komunikasi yang formal pada setipa anggota komunikasi
3.jalur komunikasi seharusnya langsung dan sependek mungkin
4.garis komunikasi formal secara keseluruhan harusnya dipergunakan secara normal
5.oranr-orang yang bekerja sebagai pusat pengatur organisasi harus orang-orang yang cakap
6.garis komunikasi seharusnya tidak mendapat gangguan sementara organisasi sedang berfungsi
7.setiap komunikasi harus dipisahkan

Beberapa informasi yang menimbulkan reaksi negatif terhadap komunikasi :
informasi tidak tertangkap
membuat kesalahan
menunda atau menumpuk pekerjaan
penyaringan
hanya menagkap garis besarnya saja
melempar tugas pada orang lain
menghindari informasi

Komunikasi lebih cenderung lebih merupakan suatu teknik dari suatu sikap. Oleh karena itu seorang manajer hampir tersita seluruh waktunya untuk hal-hal seperti dibawah ini :
1.menyampaikan informasi atau gagasan kepada atasan untuk mempengaruhi pengambilan keputusan
2.memberikan arahan kepada para manajer bawahannya dengan berbagai informasi untuk kelancaran kerja mereka
3.menyampaikan berbagai informasi kepada staffnya
4.mengatur dan menetapkan strategi
5.menerima dan mengartikan penampilam-penampilan semua orang yang bekerja baginya
6.berkomunikasi dengan berbagai pihak diluar perusahaan. Termasuk para pelanggan, instansi pemerintahusaha perdagangan dan masyarakat umum.


BAB 7

Pentingnya Komunikasi
Pada umumnya, komunikasi dilakukan dengan menggunakan kata-kata yang dapat dimengerti oleh kedua belah pihak. Melalui komunikasi, sikap dan perasaan seseorang atau sekelompok orang dapat dipahami oleh pihak lain.
Selain itu dalam kehidupan sehari-hari, komunikasi yang baik sangat penting untuk berinteraksi antar personal maupun antar masyarakat agar terjadi keserasian dan mencegah konflik dalam lingkungan masyarakat.Dalam hubungan bilateral antar negara diperlukan juga komunikasi yang baik agar hubungan tersebut dapat berjalan dengan baik dan lancar. Contoh Manfaat komunikasi adalah dalam hubungan bilateral antar negara, seperti yang terjadi antara dengan . Dengan adanya komunikasi yang terjalin dengan baik maka timbul kerjasama dalam berbagai bidang yang mana berdampak positif bagi kedua negara tersebut.

Pengertian Komunikasi
Komunikasi adalah suatu proses penyampaian pesan (ide, gagasan) dari satu pihak kepada pihak lain agar terjadi saling mempengaruhi diantara keduanya. Kata atau istilah komunikasi (dari bahasa Inggris “communication”),secara etimologis atau menurut asal katanya adalah dari bahasa Latin communicatus, dan perkataan ini bersumber pada kata communis Dalam kata communis ini memiliki makna ‘berbagi’ atau ‘menjadi milik bersama’ yaitu suatu usaha yang memiliki tujuan untuk kebersamaan atau kesamaan makna. Komunikasi secara terminologis merujuk pada adanya proses penyampaian suatu pernyataan oleh seseorang kepada orang lain. Jadi dalam pengertian ini yang terlibat dalam komunikasi adalah manusia

Pengertian lain Komunikasi
Komunikasi sebagai kata benda (noun), communnication, berarti :
(1) pertukaran simbol, pesan-pesan yang sama dan informasi;
(2) proses pertukaran antara individu melalui sistem simbol-simbol yang sama;
(3) seni untuk mengekspresikan gagasan; dan
(4) ilmu pengetahuan tentang pengiriman informasi (Stuart, 1983).

Beberapa pengertian komunikasi menurut beberapa pakar :
1.William Albig : komunikasi adalah proses pengoperan lambang-lambang yang berarti antara individu. (Communication is the prosses of transmitting meoninfull symbols between individuals – buku public opinion).
2.Wilbur Schram : dalam uraiannya “How Communication Work” mengatakan komunikasi berasal dari bahasa latin, yaitu kata communio atau common. Bilamana kita mengadakan komunikasi itu berarti membagikan informasi …. agar si penerima maupun si pengirim sepaham atas suatu pesan tertentu. (communication comes from latin, communio = common when we communication are the sender tuned together for a particular message). Jadi esensi komunikan adalah menemukan dan memadukan si penerima dan si pengirim.
3.Onong Uchyana Effendy : dalam bukunya komunikasi : teori dan praktik mengatakan, komunikasi hakekatnya adalah proses penyimpanan pikiran atau perasaan oleh komunikator kepada komunikan.
4.Bennard Berelson dan Gary A. Steinner (1964:527) mendefinisikan komunikasi : ”communication: the transmission of information, ideas, emotions, skills, etc. by the uses of symbol…” (komunikasi adalah transmisi informasi, gagasan, emosi, keterampilan dan sebagainya. Tindakan atau proses transmisi itulah yang biasanya disebut komunikasi).

Dari beberapa pengertian diatas ada dua nilai :
~informasi, berupa lambang, gambaran –> jadi stimulans;
~persuasy, proses pemindahan, hendak mencapai satu sasaran sedangkan : pesan atau message adalah wujud dan proses pengoperannya.
o Secara ontologis kebenaran yang hakiki, komunikasi adalah perhubungan atau proses pemindahan dan pengoperan arti, nilai, pesan melalui media atau lambang-lambang apakah itu bahasa lisan, tulisan ataupun isyarat.
o Secara aksiologis, komunikasi adalah proses pemindahan pesan dari komunikator kepada komunikan.

Komunikator (stimulus) memberikan rangsangan kepada komunikan. Sikap Ide Pemahaman suatu pesan dapat dimengerti baik komunikator dan komunikan. Secara epictomologis, komunikasi bertujuan merubah tingkah laku, merubah pola pikir, atau sikap orang lain. Untuk dapat membangun kebersamaan : mencapai ide yang sama demi satu tujuan yang sama.
Paradigma Lasswell (Haroid D. Laswell)

Untuk memahami komunikasi dengan menjawab pertanyaan :
Who says what in which channel yo whom with what effect ?
DI.Siapa (mengatakan? komunikator, pengirim atau sumber)
DII.Apa message : pesan, ide, gagasan)
DIII.Dengan saluran mana? (media channel dan sarana)
DIV.Kepada siapa (komunikan, penerima, alamat)
hasil komunikasi)DV.Dengan hasil/dampak apa? (effect

Kesimpulan :
Komunikasi adalah : seni penyampaian informasi (peran, message, ide,sikap atau gagasan) dari komunikator untuk merubah serta permohonan yang dikehendaki komunikator. Jadi proses penyampaian informasi berdaya guna bagi komunikator maupun komunikan.
Komunikasi adalah suatu proses penyampaian pesan (ide, gagasan) dari satu pihak kepada pihak lain agar terjadi saling mempengaruhi diantara keduanya. Pada umumnya, komunikasi dilakukan dengan menggunakan kata-kata yang dapat dimengerti oleh kedua belah pihak. Melalui komunikasi, sikap dan perasaan seseorang atau sekelompok orang dapat dipahami oleh pihak lain.
Selain itu dalam kehidupan sehari-hari, komunikasi yang baik sangat penting untuk berinteraksi antar personal maupun antar masyarakat agar terjadi keserasian dan mencegah konflik dalam lingkungan masyarakat.Dalam hubungan bilateral antar negara diperlukan juga komunikasi yang baik agar hubungan tersebut dapat berjalan dengan baik dan lancar.
Contoh Manfaat komunikasi adalah dalam hubungan bilateral antar negara, seperti yang terjadi antara dengan . Dengan adanya komunikasi yang terjalin dengan baik maka timbul kerjasama dalam berbagai bidang yang mana berdampak positif bagi kedua negara tersebut.
Sebaliknya, Miss Communication (terjadinya kesalahan dalam salah satu proses komunikasi) akan menyebabkan tidak tercapainya tujuan atau misi yang hendak di capai. Seperti yang terjadi dalam hubungan dengan , dimana pihak menganggap pernyataan mengenai “Negara Bebas Teroris” di terjemahkan oleh sebagai “Indonesia Gudang Teroris”. Hal ini menyebabkan dampak yang kurang baik dalam hubungan kedua negara tersebut.
Dari kedua contoh di atas dapat kita simpulkan bahwa komunikasi sangat penting dalam berbagai aspek kehidupan. Contoh lain dalam pendidikan seperti hubungan dosen dengan mahasiswa,dengan adanya komunikasi,maka kegiatan belajar- mengajar akan berlangsung dengan baik dan lancar.
Penerapan Komunikasi dalam Dunia Bisnis
Komunikasi secara garis besarnya dibedakan atas dua macam cara yaitu komunikasi kedalam dankomunikasi keluar. Komunikasi kedalam itu sesuai dengan tujuan kepada siapa warta itu disampaikan, dibedakan pula atas dua macam yaitu komunikasi vertikal dan komunikasi horisontal. Komunikasi vertikal berarti proses penyampaian suatu warta dari pihak pimpinan kepada pihak pegawai atau sebaliknya. Dengan demikian komunikasi vertikal dibedakan pula atas komunikasi ke bawah dan komunikasi ke atas. Komunikasi ke bawah itu diwujudkan oleh pimpinan dengan jalan pemberian perintah atau dengan jalan pemberian petunjuk.
Masing-masing komunikasi ke bawah bertujuan :
1. Untuk menjamin hubungan yang baik antara pimpinan dan bawahan
2. Untuk mengkoordinasi kegiatan-kegiatan bawahan itu agar tertuju kepada realisasi tujuan perusahaan.

Proses itu meliputi unsur sebagai berikut :
Komunikator, yaitu orang yang menyampaikan pesan
Pesan, yaitu isi perintah, instruksi atau pemberitahuan lain, artinya perihal, ide, pikiran, informasi, opini, dan sebagainya.
Saluran atau Channel / Media, yaitu alat yang dipergunakan oleh komunikator untuk menyampaikan pesan.
Komunikan, yaitu orang yang menerima pesan
Efek , yaitu pengaruh akibat hasil komunikasi yang dilakukan komunikator terhadap komunikan.

Bagi seorang pimpinan maka yang terpenting adalah unsur yang kelima(efek). Unsur inilah yang harus selalu mendapat perhatian pimpinan. Pimpinan harus senantiasa bertanya apakah komunikasi yang ia lakukan ada efeknya dan bila ada sejauh mana efek itu, kalau tidak ada apa sebabnya. Sukses tidaknya komunikasi, dalam garis besarnya juga kepemimpinan tergantung dari efek kegiatan komunikasi yang dilakukan. Sudah barang tentu hal ini tergantung dari apa dan bagaimana yang ia komunikasikan. Semuanya ini harus diadakan pengecekan-pengecekan.
Komunikasi dalam Organisasi
Ada tiga arah umum komunikasi dalam organisasi yaitu :
1. Komunikasi vertikal dari atas ke bawah
2. Komunikasi vertikal dari bawah ke atas
3. Komunikasi horisontal
Seperti diketahui bahwa organisasi tidak hidup menyendiri terpisah dari lingkungannya. Oleh karena itu muncul bentuk komunikasi lain, yaitu komunikasi dari luar, atau eksternal. Informasi dari luar perlu dipelajari agar organisasi dapat berjalan memperoleh pengalaman dan memperbaiki hubungannya ,dengan masyarakat lingkungannya.
Komunikasi vertikal dari atas ke bawah terjadi misalnya dalam menetapkan jobs intruction, yaitu pelaksanaan perintah-perintah pekerjaan, memberi penjelasan tentang kebiasaan dan peraturan yang berlaku dalam perusahaan.
Komunikasi dalam Bisnis

Pentingnya komunikasi merupakan kegiatan bisnis tidak akan berhasil jika tidak ada komunikasi. Komunikasi bisnis dapat dilakukan di dalam perusahaan dan di luar perusahaan. Di dalam perusahaan komunikasi perlu dibina secara baik dengan para karyawan agar mereka lebih yakin dengan produk yang dihasilkan oleh perusahaan. Dalam komunikasi bisnis dibedakan menjadi 2 yaitu :
1. Komuikasi internal
komunikasi intern ini sangat penting untuk menjaga kelancaran jalannya organisasi perusahaan sehingga tidak akan timbul miskomunikasi antar bagian-bagian, seksi-seksi dalam perusahaan
2. Komunikasi Eksternal
Komunikasi eksternal dilakukan perusahaan dalam hubungan dengan masyarakat, pemerintah pada umummnya dan pada khhususnya terhadap para konsumen atau langganan.

Komunikasi dalam Administrasi
Komunikasi administrasi adalah bentuk komunikasi yang disampaikan dengan mempergunakan bahasa administrasi. Agar supaya proses komunikasi ini berjalan / terlaksana secara effisien maka harus diperhatikan bahwa materi komunikasi tersebut hendaknya memenuhi empat macam persyaratan yaitu
Singkat (concise )
Jelas ( clear )
Lengkap ( complete )
Tepat ( correct )

Didalam komunikasi administrasi, kita menggunakan , barang cetakan, dan sebagainya. Yang dimaksud dengan adalah sehelai kertas atau lebih yang memuat suatu bahan komunikasi yang disampaikan oleh seseorang kepada orang lain, baik atas nama pribadi maupun kedudukannya dalam organisasi atau kantor suatu perusahaan.
Teknik Komunikasi Bisnis

Didalam Teknik Komunikasi Bisnis Banyak cara dapat dilakukan dalam komunikasi bisnis, antara lain :
1. Mencetak bulletin
Diterbitkan secara teratur, yang memuat informasi tentang perusahaan tentang produk baru yang sedang dikerjakan ataupun kerangka-kerangka ilmiah / berita umum yang bermanfaat bagi masyarakat.
2. Membuat film documenter
Perusahaan dapat membuat film dokumenter, misalnya menyangkut proses produksi kemudian disiarkan oleh televisi dalam bentuk berita pembangunan.
3. Publicity
Pimpinan perusahaan dapat mengundang para wartawan datang ke lokasi perusahaan, kemudian mengadakan wawancara tentang segala sesuatu mengenai perusahaan , seperti sejarah berdirinya perusahaan, ide yang mendorong mengapa perusahaan ini didirikan di tempat ini, apa manfaat dari produksi ini ditinjau dari segi pembangunan bangsa, apa keunggulan produk ini dan sebagainya. Publicity ini tidak usah dibayar pemuatannya dalam kabar karena dimuatnya dalam bentuk berita.Di dalam publicity sifat komersial tidak terlalu menonjol.
4. Promosi
Teknik komunikasi yang paling banyak digunakan dalam bisnis adalah apa yang tercakup dalam kegiatan promosi. Promosi berarti semua usaha yang bertujuan meningkatkan penjualan, termasuk kedalamnya personal selling, advertising, publicity dan sales promotion. Sales promotion berarti setiap usaha untuk meningkatkan penjualan dalam jangka pendek seperti display, show, demontrasi, memberi hadiah-hadiah, mengadakan undian dan sebagainya

Iklan Sebagai Media Komunikasi Bisnis
Untuk dapat menjual hasil produksinya secara luas kepada masyarakat konsumen yang tidak terbatas setiap pengusaha tentu berusaha mempengaruhi jumlah permintaan akan barang-barang hasil produksi perusahaannya dengan memanfaatkan faktor-faktor marketing mix yang harus dikuasai setiap pengusaha meliputi unsur-unsur :
o perencanaan produksi
o penentuan merek dagang
o penentuan bentuk kemasan
o kebijaksanaan harga
o penyusunan saluran penjualan
o penjualan secara pribadi
o periklanan dan promos

Jika iklan konsumen itu ditujukan langsung pada khalayak yang memakainya maka iklan bisnis diarahkan khusus kepada mereka yang mempunyai bisnis, usaha dagang yang berkaitan dengan produk tersebut. Jika iklan untuk konsumen disebarluaskan melalui media massa atau menggunakan media forum maka iklan bisnis mempunyai media khusus. Meskipun kadang-kadang juga menggunakan media massa namun para pengusaha lebih suka mengeluarkan media melalui humas. Sebagai contoh informasi tentang produk disalurkan melalui prospektus perusahaan, bulettin, pamflet, leaflet, poster, surat menyurat langsung terhadap relasi, pameran dagang atau expo, pameran hasil. Periklanan bisnis tersebut selain memberikan informasi melalui media secara tertulis maupun lisan tetapi juga menempuh cara-cara yang bersifat demontrasi seperti memperagakan produk secara langsung pada suatu kesempatan. Iklan bisnis dapat terbagi atas:
1. Iklan bisnis industri
Yang dimaksud dengan iklan bisnis industri adalah iklan yang ditujukan kepada kalangan bisnis dan industri awan. Yang diharapkan dari kalangan tersebut ialah penggunaan secara langsung hasil suatu industri atau kemampuannya untuk mempengaruhi relasi bisnis atau industrinya untuk menggunakan produk tertentu.
2. Iklan bisnis dagang
Iklan yang ditujukan kepada kalangan pedagang ( umumnya berupa pedagang kecil, pedagang keliling, pedagang eceran ) yang diharapkan dapat membeli langsung hasil produksi suatu industri kemudian dapat diperdagangkan lagi kepada relasinya apakah itu pedagang ataupun konsumen.
3. Iklan bisnis professional
Adalah yang ditujukan kepada kalangan profesional untuk memperkenalkan barang, jasa yang secara khusus hanya dipergunakan oleh kalangan tersebut. Yang dimaksud profesional adalah mereka yang bekerja berdasarkan suatu etik dan aturan-aturan serta norma-norma profesi tertentu. Misalnya guru, dosen, dokter, insiyur, akuntan, pengacara, ahli mesin, dan lain-lain.

Beberapa alasan utama mengapa para pengusaha menggunakan iklan untuk berkomunikasi dalam dunia usaha / bisnis Disamping untuk menjual barang atau jasa, periklanan juga membantu :
1.Mendorong para pengusaha berproduksi dan membuat barang yang lebih baik karena timbulnya permintaan yang lebih banyak terhadap barang yang dibuatnya.
2.Mendorong penyaluran dan penyebaran yang lebih cepat, karena masyarakat konsumen dan para pengecer merasakan kebutuhan akan barang tersebut
3. Meningkatkan penggunaan suatu barang atau jasa
4. Mengumumkan adanya penawaran istimewa.
5. Memberitahukan perusahaan yang mendukung pembuatan barang tersebut.
6. Mempengaruhi orang-orang yang dapat mempengaruhi calon-calon
pembeli Untuk menghadapi persaingan



REFERENSI :
www.google.com

http://elearning.gunadarma.ac.id/docmodul/komunikasi_bisnis/bab6-komunikasi_dalam_bisnis.pdf

Sabtu, 13 Maret 2010

Rangkuman BAB 3 & 4 Komunikasi Bisnis

BAB 3
GAYA HIDUP
DAN
PENAMPILAN DALAM BERKOMUNIKASI

3.1 Gaya hidup
Dunia usaha atau bisnis dan lingkungan kantor dimana kita berada adalah pantulan dari diri kita. Pandangan dan anggapan kita terhadapa diri sendiri adalah modal atau landasan yang menentukan bagaimana kita bersikap, bertindak, berfikir dan berkomunikasi dalam kehidupan ini.
Sikap serta gaya hidup bahagia seseorang banyak sekali menentukan apa yang dapat diraih dalam kehidupan ini, sehingga berbagai disiplin ilmu tentang manusia dan perilaku pada hakekatnya adalah untuk mengubah pandangannya terhadap diri sendiri.
Gaya hidup bahagia ternyata juga sangat menunjang sukses berkomunikasi karena setiap orang hanya mempunyai kesediaan untuk berkomunikasi dengan orang-orang yang bahagia, bukan sebaliknya.

3.2 Mengatur Waktu
Bagi orang-orang sibuk tidak pernah merasa cukup waktu padahal semua waktu tersedia, dan keluhan mengenai kurangnya waktu sebenarnya mustahil. Waktu adalah komoditi yang lentur dan terus menerus, masalahnya adalah bukan bagaimana mendapatkan ”Waktu Lebih” tetapi bagaimana memanfaatkan waktu yang ada dengan lebih berarti dan lebih memuaskan.
Idealnya semua aktivitas yang kita lakukan akan mencapai tujuan jika dilakukan dengan cara yang efektif dan juga sederhana untuk mengatur skala prioritas. Semakin banyak aktivitas yang membantu dalam melangkah mencapai tujuan, semakin berbobot aktivitas tersebut semakin tinggi skala prioritasnya.
Setiap kali menyusun daftar aktivitas berilah urutan prioritas pada setiap aktivitas untuk membantu menentukan hal-hal yang penting terlebih dahulu, karena hanya aktivitas penting yang akan menghasilkan sesuatu. Pada dasarnya mengatur skala prioritas tidak sulit, pertama-tama tentukan tujuan, kemudian tentukan aktivitas-aktivitas yang akan dilakukan untuk mencapai tujuan tersebut yaitu tujuan yang ditempatkan pada skala prioritas tertinggi. Bila telah terbiasa melakukan hal-hal yang penting terlebih dahulu, maka dapat dirasakan betapa mudahnya mengatur waktu dan ternyata cukup waktu yang dibutuhkan untuk meraih sukses.
Mengatur waktu merupakan suatu langkah yang tepat untuk mewujudkan tujuan manajemen, sehingga keberhasilan membuat keputusan yang akuratpun sangat ditentukan oleh prioritas yang diambil. Untuk mengatur waktu dan melaksanakan jadwal tidak dapat diselesaikan sendiri, karena akan melibatkan orang lain. Oleh karena itu perlu dikomunikasikan dengan baik dan untuk berhasil dalam komunikasi perlu dipertimbangkan hal-hal sebagai berikut :
• Dengarkan agar tetap pada tujuan
• Tentukan tujuan dengan mempertimbangkan situasi yang favorable
• Jangan terburu-buru dalam memberikan petunjuk atau instruksi
• Buatlah memo-memo singkat dan tepat agar dapat mendapat hasil yang diharapkan
• Bila ragu-ragu cari sumbernya
• Hindari sikap hiper-responsif

3.3 Faktor-Faktor Keberhasilan yang Menunjang Karier
Bila seseorang ingin meniti karier menuju jenjang karier yang lebih tinggi, dapat juga belajar dari pengalaman orang lain yang positif, walaupun tidak harus sama, namun tetap dapat dijadikan pegangan. Untuk itu dapat dikemukakan faktor penentu keberhasilan sebagai berikut :
3.3.1 Job description sebagai pegangan
Seseorang harus selalu bekerja keras atas dasar job description yang sesuai dengan fungsinya.
3.3.2 Memiliki keterampilan dasar (basic skill) yang prima
Perlu diyakini bahwa pengetahuan dasar (basic skill) itu penting untuk dikuasai dan dipelihara terus. Keterampilan tersebut menuntut ketepatan, kecepatan, kerapian dan ketelitian.
3.3.3 An iron will in the velvet voice
Di dalam pemakaian bahasa lisan harus diyakini bahwa “suara” mempunyai pengaruh yang besar. Nada yang ramah dan bersahabat menimbulkan kesan bahwa kita bersedia membantu lawan bicara.
3.3.4 Agenda kerja
Buku agenda untuk mencatat dan mengingat-ingat acara maupun tugas yang harus dilakukan oleh atasan kita.
3.3.5 Kekompakan sebagai team, dengan atasan dan rekan-rekan
Perlu dimengerti bahwa atasan, mungkin tinggi jabatannya, makin berat tanggung jawabnya dan makin banyak keputusan yang harus dibuatnya. Demikian pula loyalitas dengan rekan-rekan membantu untuk menggalang persatuan.
3.3.6 Inter personal skill
Berbekal keyakinan agama, moral etika bisnis dan sosial psychology, kita akan mampu bersikap dewasa, berperilaku sopan bijaksana, sensitif dan luwes untuk beradaptasi dengan orang lain.
3.3.7 Wawasan
Selain mengetahui secara persis tugas dan wewenang, perlu juga berusaha mengenali dengan baik perusahaan atau organisasi tempat bekerja. Apa tujuan maupun missinya, bagaimana garis-garis wewenangnya, bagaimana strategi dan rencana kerjanya.
Biasakan banyak membaca dan tumbuhkan sikap bahwa : membaca adalah kebutuhan, agar mampu mengembangkan wawasan tentang lingkungan mikro maupun lingkungan makro yang mempengaruhi arah perkembangan perusahaan tempat bekerja. Sumber informasi atau bacaan tersebut dapat berupa : harian, mingguan bisnis, buku-buku, majalah lainnya atau hasil monitoring kegiatan perusahaan lain dibidang usaha yang sama, dengan demikian dapat secara aktif mengikuti perkembangan kebijksanaan. Tidak hanya karena maksud tersebut, melainkan juga agar otak semakin terlatih dan membuat lebih berguna serta sudut pandang menjadi lebih luas.

3.4 Penampilan Serasi
Dapat dimaklumi bersama bahwa untuk berkomunikasi secara baik, banyak factor yang mempegaruhi keberhasilan tersebut, selain kemampuan merumuskan ide atau gagasan, situasi, pihak-pihak terkait, juga penampilan kita.
Penampilan merupakan suatu keseluruhan yang nampak, baik itu postur tubuh, busana, accessories, make up. Untuk itu sediakan waktu untuk merawat diri kita, tubuh terawatt, rambut bersih dan rapi, tata rias yang wajar, gaya busana yang tepat, koordinasi warna yang serasi dan sebagainya.
Berbusana yang baik sangat menunjang penampilan dan penampilan yang serasi memperlancar komunikasi. Busana yang baik tidak ditentukan oleh mutu, gaya potongan yang tepat, warna yang serasi, pelengkap busana yang terawat baik, rapi, praktis, nyaman (anak dipakai).
Perlu mendapatkan perhatian pula tentang keseimbangan penampilan yang nampak dari luar juga kesiapan mental. Bila hal ini kurang mendapat perhatian seringkali mengundang peluang ketidakserasian dalam penampilan.

3.5 Lambang – lambang Dalam keserasian
Perilaku orang berkomunikasi tidak hanya mengoperasionalkan bibir dan suara tetapi mengoperasionalkan seluruh kepribadian orang tersebut secara total.
Semakin pandai berkomunikasi semakin lengkap menngoperasionalkan lambang-lambang yang dapat diciptakan dari gerakan anggota badan, perasaan dan warna-warna, antara lain :
3.5.1 Lambang gerakan tubuh dan gerakan anggota badan
Bila kita perhatikan seseorang yang sedang berbicara nampak pula menggerakan jari-jari tangan, bahkan bola matanya, baik itu secara bersama-sama meupun secara bergantian. Hal ini merupakan informasi dalam bentuk lambang.
3.5.2 Lambang gambar dan huruf serta angka-angka
Bila kita sedang berada di jalan umum banyak kita jumpai rambu-rambu lalu lintas yang ditampilkan dalam gambar-gambar pompa bensin, tanda panah, huruf bahkan angka-angka untuk memberi petunjuk pemakaian jalan bagi pengemudi.
3.5.3 Lambang benda-benda tertentu
Seseorang yang menyampaikan rasa simpati dengan mengirimkan setangkai bunag mawar atau dalam mengucapkan berduka cita kita kirimkan karangan bunga.
3.5.4 Lambang warna
Didalam kehidupan sehari-hari, suasana komunikasi dapat juga disampaikan lewat warna-warna. Secara garis besar pada umumnya warna-warna hitam untuk mengkomunikasikan suasana sedih (kematian), warna putih untuk suasan suci (damai bahagia), warna merah untuk mengkomunikasikan keberanian (sukses, kemenangan), kuning mas artinya agung luhur.Warna tidak dapat berdiri sendiri, suatu warna yang tampil senantiasa dipengaruhi oleh warna-warna disekitarnya, bahkan dipengaruhi lingkungan dan cuaca.
Riset komunikasi biasanya tertuju pada empat aspek dalam proses komunikasi, yaitu komunikator (communicator), pesan (message), saluran (channel), dan audiens. Dalam riset kebahasaan, komunikator adalah juga pesan kalau tidak dalam bentuk kata-kata, gambat atau tanda menjadi kode atau simbol. Saluran dalam komunikasi massa antara lain media massa. Orang yang berperan sebagai audiens dikenal sebagai penerjemah kode-kode, simbol dan sebagainya yang disebut dekoder.Setiap orang menggunakan lambang dan simbol tanpa banyak berfikir. Dalam hubungan antar manusia, arti dan maksud lambang serta simbol dapat langsung ditangkap. Oleh sebab itu, penggunaan simbol dapat dikatakan sebagai ciri khas manusia. Sekalipun demikian, penggunaan tanda, simbol dan lambang oleh manusia dalam kegiatan komuniaksi tidak terjadi begitu saja. Terlebih dahulu harus ada proses pembelajaran, yaitu uapaya pengenalan dan pemaknaan serta penggunaan lambang-lambang tersebut.
Yang penting dalam komunikasi ialah bagaimana caranya agar suatu pesan yang disampaikan komunikator itu menimbulkan dampak atau efek tertentu pada komunikan. Dampak yang timbul dapat diklasifikasikan menurut kadarnya, yaitu :
1. Dampak Kognitif
Adalah yang timbul pada komunikan yang menyebabkan dia menjadi tahu atau meningkat intelektualitasnya. Di sini pesan yang disampaikan komunikator ditujukan kepada fikiran si komunikan. Dengan lain perkataan, tujuan komunikator hanyalah berkisar pada upaya mengubah fikiran diri komunikan.
2. Dampak afektif
Dampak ini lebih tinggi kadarnya daripada dampak kognitif. Disini tujuan komunikator bukan hanya sekedar upaya komunikan tahu, tetapi tergerak hatinya, menimbulkan perasaan tertentu, misalnya perasaan iba, terharu, sedih, gembira, marah dan sebagainya.
3. Dampak Behaviora
Dampak ini yang paling tinggi kadarnya, yaitu dampak yang timbul pada komunikan dalam bentuk perilaku, tindakan atau kegiatan.

Referensi :
http://www.docstoc.com/docs/20868874/GAYA-HIDUP-DAN-PENAMPILAN-DALAM-BERKOMUNIKASI


BAB 4
UNSUR – UNSUR KOMUNIKASI

4.1 Sumber / Komunikator
Pengirim pesan (komunikator) adalah manusia berakal budi yang berinisiatif menyampaikan pesan untuk mewujudkan motif komunikasinya. Komunikator dapat dilihat dari jumlahnya terdiri dari satu orang, banyak orang (dalam pengertian lebih dari satu orang), massa.

4.2 Pesan
Pesan bersifat abstrak. Pesan dapat bersifat konkret maka dapat berupa suara, mimik, gerak-gerik, bahasa lisan, dan bahasa tulisan.
Pesan bersifat verbal (verbal communication) :
1. Oral (komunikasi yang dijalin secara lisan)
2. Written (komunikasi yang dijalin secara tulisan)
Pesan bersifat non verbal (non verbal communication) :
1. Gestural communication (menggunakan sandi-sandi bidang kerahasiaan)

4.3 Channel / Saluran
Saluran komunikasi merupakan alat yang digunakan untuk memindahkan pesan dari sumber kepada penerima. Terdapat dua cara :
1. Non mediated communication (face to face), secara langsung
2. Dengan media.

4.4 Komunikan
Komunikan (penerima pesan) adalah manusia yang berakal budi, kepada siapa pesan komunikator ditujukan. Peran antara komunikator dan komunikan bersifat dinamis, saling bergantian. Dilihat dari jumlah komunikator dan komunikan, maka proses komunikasi dapat terjadi 9 kemungkinan.

4.5 Efek komunikasi
Efek komunikasi diartikan sebagai pengaruh yang ditimbulkan pesan komunikator dalam diri komunikannya. Terdapat tiga tataran pengaruh dalam diri komunikan :
1. Kognitif (seseorang menjadi tahu sesuatu)
2. Afektif (sikap seseorang terbentuk) dan
3. Konatif (tingkah laku, hal yang membuat seseorang bertindak melakukan sesuatu)
Umpan balik dapat dimaknai sebagai jawaban komunikan atas pesan komunikator yang disampaikan kepadanya. Pada komunikasi yang dinamis, komunikator dan komunikan terus-menerus saling bertukar peran.

Referensi :
http://www.lusa.web.id/unsur-unsur-komunikasi/

Rangkuman BAB 1 & 2 komunikasi Bisnis

BAB 1
LATAR BELAKANG DAN PERANAN KOMUNIKASI
DALAM DUNIA BISNIS

1.1 Latar Belakang Penyelenggaraan Komunikasi dengan Pasar
Setiap manusia tidak akan mungkin dapat hidup sendiri dan selalu akan memerlukan bantaun orang lain dalam menjalani kehidupan di dunia. Agar dapat berlangsung kehidupan yang serasi dalam kelompok manusia, maka manusia perlu untuk saling bertukar informasi. Saling bertukar informasi atau berita yang berjalan lancar dan terus menerus dikenal dengan istilah Komunikasi.
Komunikasi berasal dari bahasa Latin : Communis = sama (common). Komunikasi berarti kita saling berusaha mengadakan suatu kesamaan (commoness) dengan orang lain. Ini berarti bahwa kita sedang berusaha memberikan informasi, atau pendapat kepada orang lain. Dan orang lain (penerima) informasi tersebut sedang berusaha mengerti isi informasi yang diterimanya

1.2 Konsep Dasar dan Peranan Komunikasi
Bermacam-macam definisi komunikasi yang dikemukakan orang untuk memberikan batasan terhadap apa yang dimaksud dengan komunikasi, sesuai dari sudut mana mereka memandangnya. Tentu saja masing-masing definisi tersebut ada benarnya dan tidak salah karena disesuaikan dengan bidang dan tujuan mereka masing-masing.
  • Model Komunikasi
Yang dimaksudkan dengan model komunikasi adalah gambaran yang sederhana dari proses yang memperlihatkan kaitan antara satu komponen komikasi dengan komponen lainnya. Penyajian model dalam bagian ini dimaksudkan untuk mempermudah memahami proses komunikasi dan melihat komponen dasar yang perlu ada dalam suatu komunikasi.
  • Prinsip Komunikasi
Untuk dapat memahami hakikat suatu komunikasi perlu diketahui prinsip dari komunikasi tersebut.
1. Komunikasi adalah Suatu Proses
2. Komunikasi adalah Sistem
3. Komunikasi Bersifat Interaksi dan Transaksi
4. Komunikasi Dapat Terjadi Disengaja Maupun Tidak Disengaja.

1.3 Tujuan Komunikasi
Tujuan berkomunikasi kepada lawan bicara adalah untuk menyampaikan pesan dan menjalin hubungan sosial (social relationship). Dalam penyampaian pesan tersebut biasanya digunakan bahasa verbal baik lesan atau tulis, atau non verbal (bahasa isyarat) yang dipahami kedua belah pihak; pembicara dan lawan bicara.
Sedangkan tujuan komunikasi untuk menjalin hubungan sosial dilakukan dengan menggunakan beberapa strategi. Misalnya, dengan menggunakan ungkapan kesopanan (politeness), ungkapan implisit (indirectness), basa-basi (lips service) dan penghalusan istilah (eufemisme). Strategi tersebut dilakukan oleh pembicara dan lawan bicara agar proses komunikasi berjalan baik dalam arti pesan tersampaikan dengan tanpa merusak hubungan sosial diantara keduanya. Dengan berlaku demikian setelah proses komunikasi selesai antara pembicara dan lawan bicara mempunyai kesan yang mendalam, misalnya, kesan impatik, sopan, ramah, dan santun.
Namun demikian untuk mencapai dua tujuan komunikasi tersebut ternyata tidak mudah. Bahkan seringkali prinsip-prinsip komunikasi sering berbenturan dengan prinsip-prinsip kesopanan dalam berbahasa. Disatu sisi kita diharuskan untuk mematuhi prinsip komunikasi agar tidak terjadi kesalahpahaman, tetapi disisi lain kita harus melanggar prinsip-prinsip tersebut, dengan berbasa-basi, untuk menjaga hubungan sosial.

1.4 Komponen – Komponen Komunikasi
Komponen komunikasi adalah hal-hal yang harus ada agar komunikasi bisa berlangsung dengan baik. Menurut Laswell komponen-komponen komunikasi adalah:
a. Pengirim atau komunikator (sender) adalah pihak yang mengirimkan pesan kepada pihak lain.
b. Pesan (message) adalah isi atau maksud yang akan disampaikan oleh satu pihak kepada pihak lain.
c. Saluran (channel) adalah media dimana pesan disampaikan kepada komunikan. dalam komunikasi antar-pribadi (tatap muka) saluran dapat berupa udara yang mengalirkan getaran nada/suara.
d. Penerima atau komunikate (receiver) adalah pihak yang menerima pesan dari pihak lain
e. Umpan balik (feedback) adalah tanggapan dari penerimaan pesan atas isi pesan yang disampaikan.
f. Aturan yang disepakati para pelaku komunikasi tentang bagaimana komunikasi itu akan dijalankan ("Protokol")

1.5 Komunikasi tatap Muka
Komunikasi tatap muka adalah komunikasi yang dilakukan secara langsung karena kita berhadapan atau bertatap muka langsung dengan lawan bicara kita.

Referensi :
http://meiliemma.wordpress.com/2006/10/09/pengantar-teknologi-komunikasi/
http://webyalin.blogspot.com/2006/08/komunikasi.html


BAB 2
MACAM-MACAM KOMUNIKASI

2.1 KOMUNIKASI MENURUT CARA PENYAMPAIAN
Manusia selain makhluk individu juga sebagai makhluk sosial karena setiap manusia di dunia ini membutuhkan interaksi sesamanya untuk saling membantu dan berkomunikasi. Dalam berkomunikasipun diperlukan cara penyampaian komunikasi yang baik dan benar. Tanpa sadar mengobrol sehari-hari dengan orang-orang disekitar kitapun disebut berkomunikasi karena bisa saling bertukar informasi.
Menurut cara penyampaian informasi, komunikasi dapat dibedakan menjadi :
2.1.1 Komunikasi Lisan
Komunikasi lisan adalah komunikasi yang terjadi secara langsung dan tidak dibatasi oleh jarak, dimana kedua belah pihak dapat bertatap muka. Misalnya dialog dua orang, wawancara maupun rapat dan sebagainya.
Sedangkan komunikasi lisan yang terjadi secara tidak langsung karena dibatasi oleh jarak, misalnya komunikasi lewat telefon dan sebagainya.
2.1.2 Komunikasi Tertulis
Komunikasi tertulis adalah komunikasi yang dilaksanakan dalam bentuk surat dan dipergunakan untuk menyampaikan berita yang sifatnya singkat, jelas tetapi dipandang perlu untuk ditulis dengan maksud-maksud tertentu. Contoh-contoh komuniaksi tertulis tersebut antara lain :
1. Naskah, yang biasanya digunakan untuk menyampaikan berita yang bersifat komplek.
2. Blanko-blanko, yang digunakan untuk mengirimkan berita dalam suatu daftar.
3. Gambar clan foto, karena tidak dapat dilukiskan dengan kata-kata atau kalimat.
4. Spanduk, yang biasa digunakan untuk menyampaikan informasi kepada banyak orang.
Dalam berkomunikasi secara tertulis, sebaiknya dipertimbangkan maksud dan tujuan komunikasi itu dilaksanakan. Disamping itu perlu juga resiko dari komunikasi tertulis tersebut, misalnya aman, mudah dimengerti dan menimbulkan pengertian yang berbeda dari yang dimaksud.

2.2 KOMUNIKASI MENURUT PERILAKU
Komunikasi merupakan hasil belajar manusia yang terjadi secara otomatis, sehingga dipengaruhi oleh perilaku maupun posisi seseorang. Menurut perilaku, komunikasi dapat dibedakan menjadi:
2.2.1 Komunikasi Formal
Komunikasi yang terjadi diantara anggota organisasi atau perusahaan yang tata caranya telah diatur dalam struktur organisasinya, misalnya rapat kerja perusahaan, konferensi, seminar dan sebagainya.
2.2.2 Komunikasi Informal
Komunikasi yang terjadi di dalam suatu organisasi atau perusahaan yang tidak ditentukan dalam struktur organisasi dan tidak dapat pengakuan resmi yang mungkin tidak berpengaruh terhadap kepentingan organisasi atau perusahaan, misalnya kabar burung, desas-desus dan sebagainya.
2.2.3 Komunikasi Nonformal
Komunikasi yang terjadi antara komunikasi yang bersifat formal dan nonformal, yaitu komunikasi yang berhubungan dengan pelaksanaan tugas pekerjaan organisasi atau perusahaan dengan kegiatan yang bersifat pribadi anggota organisasi atau perusahaan tersebut, misalnya rapat tentang ulang tahun perusahaan dan sebagainya.
Maka dapat diketahui bahwa komunikasi formal, informal dan nonformal saling berhubungan, dimana komunikasi nonformal merupakan jembatan antara komunikasi formal dengan komunikasi informal yang dapat memperlancar penyelesaian tugas resmi, serta dapat mengarahkan komunikasi informal kepada komunikasi formal.

2.3 KOMUNIKASI MENURUT MAKSUD KOMUNIKASI
Bila diperhatikan dengan seksama, maka dapat diketahui bahwa komunikasi dapat terlaksana bila terdapat inisiatif dari komunikator maka maksud terlaksananya komunikasi lebih banyak ditentukan oleh komunikator tersebut. Menurut maksud dilakuakn komunikasi dapat dibedakan sebagai berikut :
2.3.1 Pidato
2.3.2 Ceramah
2.3.3 Memberi prasaran
2.3.4 Wawancara
2.3.5 Memberi perintah atau tugas
Dengan demikian jelas bahwa inisiatif komunikator menjadi faktor penentu, demikian pula kemampuan komunikator tersebutlah yang memegang peranan keberhasilan proses komunikasinya.

2.4 KOMUNIKASI MENURUT RUANG LINGKUP
Ruang lingkup terjadinya komunikasi merupakan jenis komunikasi ini. Maka dalam komunikasi menurut ruang lingkup dapat dibedakan sebagai berikut :
2.4.1 Komunikasi Internal
Komunikasi yang berlangsung dalam ruang lingkup atau lingkungan organisasi atau perusahaan yang terjadi diantara anggota organisasi atau perusahaan tersebut saja.
Komunikasi internal ini dapat dibedakan menjadi 3 macam yaitu :
a. Komunikasi Vertikal, yaitu komunikasi yang terjadi dalam bentuk komunikasi dari atasan kepada bawahan, misalnya perintah, teguran, pujian, petunjuk dan sebagainya.
b. Komunikasi Horisontal, yaitu komunikasi yang terjadi di dalam ruang lingkup organisasi atau kantor diantara orang-orang yang mempunyai kedudukan sejajar.
c. Komunikasi Diagonal, yaitu komunikasi yang terjadi di dalam ruang lingkup organisasi atau kantor diantara orang-orang yang mempunyai kedudukan tidak sama pada posisi tidak sejajar vertikal.
2.4.2 Komunikasi Eksternal
Komunikasi yang berlangsung antara organisasi atau perusahaan dengan pihak masyarakat yang ada di luar organisasi atau perusahaan tersebut. Komunikasi dengan pihak luar dapat berbentuk:
a. Eksposisi, pameran, promosi, publikasi dan sebagainya.
b. Konfrensi pers (pers release).
c. Siaran televisi, radio dan sebagainya.
d. Bakti sosial, pengabdian pada masyarakat, dan sebagainya.
Komunikasi eksternal dimaksudkan untuk mendapat pengertian, kepercayaan, bantuan dan kerja sama dengan masyarakat.

2.5 KOMUNIKASI MENURUT ALIRAN INFORMASI
Informasi merupakan muatan yang menjadi bagian pokok dalam komunikasi, oleh karena itu arah informasi tersebut akan menentukan macam komunikasi yang sedang terjadi. Komunikasi menurut akiran informasi dapat dibedakan sebagai berikut :
2.5.1 Komunikasi satu arah (simplex)
Komunikasi yang berlangsung dari satu pihak saja (one way communication). Pada umumnya komunikasi ini terjadi dalam keadaan mendesak atau darurat atau yang terjadi karena sistem yang mengaturnya harus demikian, misalnya untuk menjaga kerahasiaan atau untuk menjaga kewibawaan pimpinan.
2.5.2 Komunikasi dua arah (duplex)
Komunikasi yang bersifat timbal balik (two ways communication). Dalam hal ini komunikasi diberi kesempatan untuk memberikan respons atau feed back kepada komunikatornya. Maka komunikasi ini dapat memberikan kepuasan kedua belah pihak dan dapat menghindarkan terjadinya kesalah pahaman.
2.5.3 Komunikasi keatas
Komunikasi yang terjadi dari bawahan kepada atasan.
2.5.4 Komunikasi kebawah
Komunikasi yang terjadi dari atasan kepada bawahan.
2.5.5 Komunikasi ke samping
Komunikasi yang terjadi diantara orang yang memiliki kedudukan sejajar. Dengan demikian arah komunikasi tersebut akan diatur sebagai bentuk interaksi komunikasinya.

2.6 KOMUNIKASI MENURUT JARINGAN KERJA
Di dalam sebuah organisasi atau perusahaan akan terlaksana menurut sistem yang ditetapkannya dalam jaringan kerja. Komunikasi menurut jaringan kerja ini dapat dibedakan menjadi :
2.6.1 Komunikasi jaringan kerja rantai
Komunikasi terjadi menurut saluran hirarki organisasi dengan jaringan komando sehingga mengikuti pola komunikasi formal.
2.6.2 Komunikasi jaringan kerja lingkaran
Komunikasi terjadi melalui saluran komunikasi yang berbentuk seperti lingkaran. Saluran komunikasi lebih singkat dan merupakan kebalikan dari jaringan kerja rantai.
2.6.3 Komunikasi jaringan bintang
Komunikasi ini terjadi melalui satu sentral dan saluran yang dilalui lebih pendek.

2.7 KOMUNIKASI MENURUT PERANAN INDIVIDU
Komunikasi yang dilakukan oleh seseorang kepada pihak-pihak lain baik secara kelompok maupun secara individual. Dalam komunikasi ini peranan individu sangat mempengaruhi keberhasilan proses komunikasinya. Ada beberapa macam, antara lain :
2.7.1 Komunikasi antara individu dengan individu yang lain
Komunikasi ini terlaksana baik secara nonformal maupun formal, yang jelas indivdu yang bertindak sebagai komunikator harus mampu mempengaruhi perilaku individu yang lain.
2.7.2 Komunikasi antara individu dengan lingkungan yang lebih luas
Komunikasi ini terjadi karena individu yang dimaksud memiliki kemampuan yang tinggi untuk mengadakan hubungan dengan lingkungan yang lebih luas.
2.7.3 Komunikasi antara individu dengan dua kelompok atau lebih
Dalam komunikasi ini individu berperan sebagai perantara antara dua kelompok atau lebih, sehingga dituntut kemampuan yang prima untuk menjadi penyelaras yang harmonis.

2.8 KOMUNIKASI MENURUT JUMLAH YANG BERKOMUNIKASI
Komuniaksi selalu terjadi diantara sesama manusia baik itu perorangan maupun kelompok. Oleh karena itu jumlah yang berkomunikasi akan mempengaruhi proses komunikasi itu sendiri, disamping sifat dan tujuan komunikasi itu dilaksanakan. Untuk itu dapat dibedakan sebagai berikut :
2.8.1 Komunikasi Intrapersonal
Komunikasi ini merupakan komunikasi dengan diri-sendiri baik disadari atau tidak. Misalnya berfikir.
2.8.2 Komunikasi Perseorangan (Interpersonal / antarpribadi)
Komunikasi yang terjadi secara perseorangan atau individual antara pribadi dengan pribadi tentang permasalahan yang bersifat pribadi juga. Dalam komunikasi ini dapat dilaksanakan secara langsung maupun lewat telepon namun tetap terjadi secara perseorangan.
2.8.3 Komunikasi Kelompok
Kelompok adalah sejumlah orang yang memiliki tujuan yang sama dan berinteraksi satu sama lain untuk mencapai tujuan tersebut.
Komunikasi yang berlangsung dalam suatu kelompok atau group tentang masalah-masalah yang menyangkut kepentingan banyak orang dalam kelompok. Maka komunikasi kelompok nampak lebih terbuka bila dibanding dengan komunikasi perseorangan. Contoh dari komunikasi ini adalah komunikasi dalam keluarga, diskusi kelompok, komite tertentu, dan lainnya.
Komunikasi kelompok ini dibedakan lagi menjadi dua, antara lain :
a. Komunikasi kelompok kecil (small group communication) seperti komunikasi antara manager dan sekelompok karyawan.
b. Komunikasi kelompok besar (large group communication) seperti ceramah, diskusi panel, symposium, forum, seminar.
2.8.4 Komuniaksi Publik
Komunikasi publik adalah komunikasi antara seseorang dengan sejumlah besar orang yang tidak bisa dikenali satu persatu. Dalam komunikasi ini hanya satu orang yang aktif dan yang lainnya pasif. Umpan balik bersifat terbatas, terutama dalam bentuk verbal. Komunikasi ini bisa disebut komunikasi pidato, komunikasi kolektif, komunikasi retorika, publik speaking dan komunikasi khalayak (Cangara 2008)
2.8.5 Komunikasi Organisasi
Komunikasi ini terjadi dalam suatu organisasi, bersifat formal dan informal dan berlangsung dalam suatu jaringan yang lebih besar aripada komunikasi kelompok. Komunikasi formal adalah komunikasi menurut organisasi, yakni komunikasi ke bawah, komunikasi ke atas maupun komunikasi horizontal, sedangkan komunikasi informal tidak menurut struktur organisasi, misalnya gossip.
2.8.6 Komunikasi Massa
Komunikasi massa adalah komunikasi menggunakan media, baik media cetak maupun media elektronik yang dikelola oleh suatu lembaga atau orang yang dilembagakan yang ditujukan kepada orang yang tersebar di banyak tempat.

Referensi :
http://www.scribd.com/doc/16650729/Makalah-2-komunikasi macam-macam komunikasi